A. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN
DAR AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH ( DAR ASWAJA )
Ditengah
– tengah Desa nan jauh dari keramaian, semak belukar yang rindang di
desa sungai pinang salah satu desa tertua di kecamatan kubu berdirilah
sebuah bangunan induk Pontren Dar Aswaja , didirikan oleh seorang putra
Almarhum Syekh Kh. Mudo
Madlawan, yaitu Alm Kh. Syaufi pada tahun 1989 selesai dan dibuka pada
tahun 1997 dengan jumlah murid pertama 15 orang, Alm wafat pada 26
syawal 1428 tahun 2007. kepemimpinan dan jejak perjuangan alm diteruskan
oleh dua orang putra alm yaitu Abdul Mutholib, MA dan Usman Syaufi, S.Ag. M.Pd.I
Bangun
induk didirikan hanya bermodalkan 10 sak semen, saat itu kondisi
bangunanya sangat jauh dari rupa kemewahan tak ada satu kemegahan yang
tampak dari luar, semuanya bersahaja.
Alm
Kh. Syaufi dengan kegigihan nya yang khas dengan menyandang parang
babat di bahunya , kepala berbelit serban selalu terlihat setiap pagi
hilir mudik disekitar bangunan induk yang terletak diatas sebidang tanah
wakaf seluas 20 Ha. Wakaf dari Alm tuan Kh. Mudo madlawan sejak tahun
1919 .
Keinginannya
mendirikan pondok sudah menjadi cita-cita beliau sekalipun beliau bukan
dari kalangan orang yang berada dengan tujuan umat islam khususnya
generasi muda dapat menimba ilmu ditempat ini, alm bercita-cita
pendidikan yang ada di pondok pesantren musthofawiyah dan pondok
pesantren modern gontor Darussalam hendaknya ada dipondok pesantren Dar
Aswaja ini, alm mengharapkan bagi orang yang tidak mampu keluar daerah
untuk menimba ilmu dapat ditampung ditempat ini demi kejayaan islam dan
mempertahan nilai -nilai agama untuk kebahagiaan hidup dunia dan
akhirat.
Dikalangan
komunitas pesantren, Alm tidak hanya dikenal sebagai pendiri pondok
pesantren Dar aswaja tapi ia juga dikenal sebagi mursyid thariqat
naqsabandiyah madrasah suluk al
muttaqien warisan dari tuan syeh Abdul Wahab Rokan, alm telah banyak
meletakkan batasan-batasan etis tradisi keilmuan dilembaga pendidikan
pesantren, nama beliau sangat dikenel dikalangan ulama di pulau jawa.
Rekomendasi beliau banyak di muat dibuku-buku karangan ulama pulau jawa
terutama tentang aqidah ahlisunnah wal jama’ah
Dalam perjalanan awal pondok ini sehari demi sehari tak sedikit pula hambatan dan cobaan yang dihadapi, namun
berkat ketabahan dan kesabaran beliau sehingga hambatan tinggal
hambatan layar telah berkembang, Santri – santri yang bercita – cita
kuat pantang surut walau setapak, berjalan terus menepati janji – janji
yang sudah tertera berupa kemenangan sesudah bersusah payah.
namun
disisi lain Pendirian Pontren Dar Aswaja ini sangat tidak terlepas dari
rasa kebersamaan , semangat dan kegigihan beliau , kerjasama yang baik
antara pendiri dan masyarakat dan juga pemerintah, sehingga tahapan –
tahapan pembangunan mulai dari pemasangan pondasi dan pencarian kayu
untuk tiang dan lantai sampai akhirnya dapat ditempati untuk penerimaan
murid pertama tahun 1997 dapat .
Alm
kh.syaufi sangat memahami bahwa Susah , payah, rintangan, halangan
adalah hiasan perjuangan , pertarungan antara yang di idamkan dengan
yang tak menginginkan, mempertahankan keyakinan dengan yang tak
meyakinkan.
B. PONDOK PESANTREN DAR AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH
Pondok adalah perumahan
tempat tinggal para pelajar yang datang menuntut ilmu, tempat
perhubungan roh, tempat pembentukan jiwa kearah mengenal Illahi, di
pondok ini Santri membentuk budi, tempat menetramkan gelisah hati,
tempat para guru mewejang santri agar santri mengenal diri.
Dar berarti rumah/pondok dibangun oleh setiap orang tua dengan ukuran tidak lebih dari 3x4 meter persegi .
Ahlussunnah
waljama’ah yang disingkat dengan Aswaja adalah salah satu golongan yang
selamat golongan mayoritas ummat Muhammad dari segi Aqidah kita
menganut aqidah Abu Manshur Al Maturidy dan Abu Hasan Al ‘Asy’ari dari
segi mazhab, bermazhab syafi’i
C. KEGIATAN PENDIDIKAN DAN CIRI KHAS
Setelah bangunan induk yang dirikan Kh. Syaufi dengan bantuan para dermawan, gotong royong dengan modal 10 sak semen siap 70 %, maka pada tahun 1997 di buka lah pendaftaran dengan jumlah murid pertama 15 orang
Ditempat
yang suci ini para santri diajarkan dengan kesucian, diantar oleh orang
tua dan diterima pula dengan hati yang murni. para santri disuruh hidup
sederhana agar tak terkejut ditempat mana saja, diajari bersusah payah
agar mudah mereka berusaha tak kekang oleh nafkah tak terbelit oleh
harta tak luntur karena dunia.
Para
santri diperbaiki dengan ilmu agama agar mereka insyaf akan tuhannya
bahwa dunia ini tempat lalu belaka, diperbaiki mereka dengan berbagai
ilmu pengetahuan agar terbuka dada mereka luas pandangan mereka.
Program
pendidikan diselenggarakan dengan sisitem pondok dan madrsah dengan
fokus pada pendalaman kitab kuning , bahasa arab dan ingris dengan lama
pendidikan enam tahun, kala itu belum ada pemisahan antara tingkat
tsanawiyah dan aliyah, para siswa yang mendaftra ditempatkan pada kelas
persiapan bahasa selama enam bulan.target yang ingin dicapai pendidikan
ponpes dar Aswaja agar para santri :
1. memahami aqidah Ahlussunnah waljama’ah, berakhlak mulia, bersifat mandirijujur dan memiliki wawasan keagamaan yang luas
2. menguasai bahasa arab dan ingris sebagai modal untuk mendalami kajian keislaman
3. mampu membaca dan memahami kitab kuning serta kaidah-kaidah nya yang merupakan sumber pengetahuan agama
4. mampu berwirausaha.
Arah tujuan pendidikan di Pondok ini adalah ;
1. tujuan pokok Ibadah tholabul ilmu
2. kemasyarakatan
3. hidup Sederhana
4. tidak menggantungkan diri
sa’at
ini pendidikan di ponpes Dar Aswaja terdiri dari tingkat madrasah
Ibtidaiyah ( Kelas 1 s.d VI ), Madrasah tsanawiyah ( Kelas 1 s.d III )
Madrasah Aliyah ( Kelas 1 s.d III ) dan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ( STIT ) Dar Aswaja , kurikulum
yang dipakai adalah gabungan antara program salafiyah dengan kurikulum
Dept. Agama dan Nasional dengan pertimbangan yang sangat mendasar adalah
dengan penerapan kurikulum gabungan ini yang didukung dengan keahlian
tersendiri diharapkan para lulusan dapat melanjutkan pendidikan
ketingkat yang lebih tinggi baik didalam maupun diluar negeri dengan
tanpa mendapat hambatan
D. CIRI KHAS
Ciri khas pendidikan pontren Dar Aswaja adalah kajian kitab
kuning, pendalaman penguasaan bahasa arab dan ingris, Para santri
tinggal dipondok yang dibangun oleh masing –masing orang tua dengan
ukuran 2x3 meter dengan pola
kemandirian Tidak menggantungkan diri keorang lain( masak sendiri, nyuci
pakaian sendiri dll) dengan kata lain belajar mencukupi / menolong diri
sendiri, Pondok adalah tempat berlatih agar menjadi orang yang suka
menolong bukan yang hanya selalu minta tolong, Dengan didikan yang
beginilah, diharapkan mereka dapat melihat masa depan yang lebih cerah.
Segala apa yang sekira akan dialami oleh anak – anak kita dan masyarakat
itulah yang dididik oleh pondok kepada mereka.
ciri
khas yang lain dapat dilihat dari kehidupan keseharian santri dengan
memakai sarung berpeci putih dan berbahasa arab dalam pergaulan
sehari-hari bila mereka terdapat menggunakan bahsa indonesia atau daerah
mereka akan diberi hukuman yang bersifat mendidik. Pola hidup berdiri
diatas dan untuk semua golongan adalah prinsip yang slalu ditanamkan kepada santri.
E. POLA PEMBINAAN SANTRI
Selain
melalui kegiatan belajar mengajar para santri dibina dan diasuh melalui
berbagai kegiatan , kegiatan itu antara lain : organisasi/manajemen,
ibadah suluk ini khusu bagi santri yng akan tamat. ada tiga pola
pendidkan yang ditanamkan ;
1. membina
dan membimbing santri terhadap pendalaman kajian keislaman dengan
mengamalkan ilmu yang telah dipelajari ( berilmu dan beramal)
2. meningkatkan ubudiyah santrri melalui sholat tahajud, puasa sunat dan pembinaan baca alqur’an
3. mengembangkan keterampilan dan bakat para santri melalui penguasaan tekhnologi seperti kursus komputer dan tahfizh al qur’an
untuk
terarahnya pembinaan tersebut dibentuk organisasi pelajar ( OPASWAJA)
organisasi ini sama dengan osis disekolah umum yang dijadikan sebagai
wadah pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kretifitas para santri.
kegiatan organisasi ini hampir mencakup segala aspek kehidupan pondok.
F. DANA PENGELOLAAN DAN PROGRAM PENGEMBANGAN
Dana
pengelolaan dan penyelenggaraan ponpes dar aswaja selain diperoleh dari
sumbangan dan infaq santri berupa pembayaran iuran wajib/spp setiap
bulannya, pihak pondok juga menerima sumbangan /bantuan baik dari pihak
lembaga swasta maupun pemerintah, seperti bantuan honor daerah pemda
Rokanhilir bagi guru honor, tunjangan fungsional dan bantuan beasiswa,
serta kebun kelapa sawit milik yayasan seluas 20 H.
Adapun
program pengembangan meliputi pembangunan pisik dan nonfisik serta
pemberdayaan masyarakat sekitar serta memperluas jaringan komunikasi dan
kerjasama dengan berbagai pihak, didalam maupun diluar negeri,
mengadakan seminar dan pelatiahn, pengajian mingguan bagi masyarakat
khususnya di kecamatna kubu kab. rokanhilir. melaksanakan pengembangan
program bagi guru,orang tua dan murid secara serempak berdasarkan rencana yang jelas dalam rangka meraih peluang untuk memenagkan persaingan global.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar