Rabu, 02 Juli 2014

Sejarah Ponpes Dar Ahlussunnah Waljama'ah


 A. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN
DAR AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH ( DAR ASWAJA )

Ditengah – tengah Desa nan jauh dari keramaian, semak belukar yang rindang di desa sungai pinang salah satu desa tertua di kecamatan kubu berdirilah sebuah bangunan induk Pontren Dar Aswaja , didirikan oleh seorang putra Almarhum Syekh Kh. Mudo Madlawan, yaitu Alm Kh. Syaufi pada tahun 1989 selesai dan dibuka pada tahun 1997 dengan jumlah murid pertama 15 orang, Alm wafat pada 26 syawal 1428 tahun 2007. kepemimpinan dan jejak perjuangan alm diteruskan oleh dua orang putra alm yaitu  Abdul Mutholib, MA dan Usman Syaufi, S.Ag. M.Pd.I
Bangun induk didirikan hanya bermodalkan 10 sak semen, saat itu kondisi bangunanya sangat jauh dari rupa kemewahan tak ada satu kemegahan yang tampak dari luar, semuanya bersahaja.
Alm Kh. Syaufi dengan kegigihan nya yang khas dengan menyandang parang babat di bahunya , kepala berbelit serban selalu terlihat setiap pagi hilir mudik disekitar bangunan induk yang terletak diatas sebidang tanah wakaf seluas 20 Ha. Wakaf dari Alm tuan Kh. Mudo madlawan sejak tahun 1919 .
Keinginannya mendirikan pondok sudah menjadi cita-cita beliau sekalipun beliau bukan dari kalangan orang yang berada dengan tujuan umat islam khususnya generasi muda dapat menimba ilmu ditempat ini, alm bercita-cita pendidikan yang ada di pondok pesantren musthofawiyah dan pondok pesantren modern gontor Darussalam hendaknya ada dipondok pesantren Dar Aswaja ini, alm mengharapkan bagi orang yang tidak mampu keluar daerah untuk menimba ilmu dapat ditampung ditempat ini demi kejayaan islam dan mempertahan nilai -nilai agama untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
Dikalangan komunitas pesantren, Alm tidak hanya dikenal sebagai pendiri pondok pesantren Dar aswaja tapi ia juga dikenal sebagi mursyid thariqat naqsabandiyah  madrasah suluk al muttaqien warisan dari tuan syeh Abdul Wahab Rokan, alm telah banyak meletakkan batasan-batasan etis tradisi keilmuan dilembaga pendidikan pesantren, nama beliau sangat dikenel dikalangan ulama di pulau jawa. Rekomendasi beliau banyak di muat dibuku-buku karangan ulama pulau jawa terutama tentang aqidah ahlisunnah wal jama’ah
Dalam perjalanan awal pondok ini sehari demi sehari tak sedikit pula hambatan dan cobaan yang dihadapi,  namun berkat ketabahan dan kesabaran beliau sehingga hambatan tinggal hambatan layar telah berkembang, Santri – santri yang bercita – cita kuat pantang surut walau setapak, berjalan terus menepati janji – janji yang sudah tertera berupa kemenangan sesudah bersusah payah.
namun disisi lain Pendirian Pontren Dar Aswaja ini sangat tidak terlepas dari rasa kebersamaan , semangat dan kegigihan beliau , kerjasama yang baik antara pendiri dan masyarakat dan juga pemerintah, sehingga tahapan – tahapan pembangunan mulai dari pemasangan pondasi dan pencarian kayu untuk tiang dan lantai sampai akhirnya dapat ditempati untuk penerimaan murid pertama tahun 1997 dapat .
Alm kh.syaufi sangat memahami bahwa Susah , payah, rintangan, halangan adalah hiasan perjuangan , pertarungan antara yang di idamkan dengan yang tak menginginkan, mempertahankan keyakinan dengan yang tak meyakinkan.

B.        PONDOK PESANTREN DAR AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH 

Pondok adalah  perumahan tempat tinggal para pelajar yang datang menuntut ilmu, tempat perhubungan roh, tempat pembentukan jiwa kearah mengenal Illahi, di pondok ini Santri membentuk budi, tempat menetramkan gelisah hati, tempat para guru mewejang santri agar santri mengenal diri.
Dar berarti rumah/pondok dibangun oleh setiap orang tua dengan ukuran tidak lebih dari 3x4 meter persegi .
Ahlussunnah waljama’ah yang disingkat dengan Aswaja adalah salah satu golongan yang selamat golongan mayoritas ummat Muhammad dari segi Aqidah kita menganut aqidah Abu Manshur Al Maturidy dan Abu Hasan Al ‘Asy’ari dari segi mazhab, bermazhab syafi’i

C. KEGIATAN PENDIDIKAN DAN CIRI KHAS

Setelah bangunan induk yang dirikan Kh. Syaufi dengan bantuan para dermawan, gotong royong dengan modal 10 sak semen siap 70 %, maka pada tahun 1997 di buka lah pendaftaran dengan jumlah murid pertama 15 orang   
Ditempat yang suci ini para santri diajarkan dengan kesucian, diantar oleh orang tua dan diterima pula dengan hati yang murni. para santri disuruh hidup sederhana agar tak terkejut ditempat mana saja, diajari bersusah payah agar mudah mereka berusaha tak kekang oleh nafkah tak terbelit oleh harta tak luntur karena dunia.
Para santri diperbaiki dengan ilmu agama agar mereka insyaf akan tuhannya bahwa dunia ini tempat lalu belaka, diperbaiki mereka dengan berbagai ilmu pengetahuan agar terbuka dada mereka luas pandangan mereka.
Program pendidikan diselenggarakan dengan sisitem pondok dan madrsah dengan fokus pada pendalaman kitab kuning , bahasa arab dan ingris dengan lama pendidikan enam tahun, kala itu belum ada pemisahan antara tingkat tsanawiyah dan aliyah, para siswa yang mendaftra ditempatkan pada kelas persiapan bahasa selama enam bulan.target yang ingin dicapai pendidikan ponpes dar Aswaja agar para santri :

1.     memahami aqidah Ahlussunnah waljama’ah, berakhlak mulia, bersifat mandirijujur dan memiliki wawasan keagamaan yang  luas
2.    menguasai bahasa arab dan ingris sebagai modal untuk mendalami kajian keislaman
3.    mampu membaca dan memahami kitab kuning serta kaidah-kaidah nya yang merupakan sumber pengetahuan agama
4.    mampu berwirausaha.

Arah tujuan pendidikan di Pondok ini adalah ;
1.     tujuan pokok Ibadah tholabul ilmu
2.    kemasyarakatan
3.    hidup Sederhana
4.    tidak menggantungkan diri

sa’at ini pendidikan di ponpes Dar Aswaja terdiri dari tingkat madrasah Ibtidaiyah ( Kelas 1 s.d VI ), Madrasah tsanawiyah ( Kelas 1 s.d III ) Madrasah Aliyah ( Kelas 1 s.d III ) dan perguruan tinggi  Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ( STIT ) Dar Aswaja ,  kurikulum yang dipakai adalah gabungan antara program salafiyah dengan kurikulum Dept. Agama dan Nasional dengan pertimbangan yang sangat mendasar adalah dengan penerapan kurikulum gabungan ini yang didukung dengan keahlian tersendiri diharapkan para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi baik didalam maupun diluar negeri dengan tanpa mendapat hambatan

D. CIRI KHAS
Ciri  khas pendidikan pontren Dar Aswaja adalah kajian  kitab kuning, pendalaman penguasaan bahasa arab dan ingris, Para santri tinggal dipondok yang dibangun oleh masing –masing orang tua dengan ukuran 2x3 meter  dengan pola kemandirian Tidak menggantungkan diri keorang lain( masak sendiri, nyuci pakaian sendiri dll) dengan kata lain belajar mencukupi / menolong diri sendiri, Pondok adalah tempat berlatih agar menjadi orang yang suka menolong bukan yang hanya selalu minta tolong, Dengan didikan yang beginilah, diharapkan mereka dapat melihat masa depan yang lebih cerah. Segala apa yang sekira akan dialami oleh anak – anak kita dan masyarakat itulah yang dididik oleh pondok kepada mereka.

 ciri khas yang lain dapat dilihat dari kehidupan keseharian santri dengan memakai sarung berpeci putih dan berbahasa arab dalam pergaulan sehari-hari bila mereka terdapat menggunakan bahsa indonesia atau daerah mereka akan diberi hukuman yang bersifat mendidik. Pola hidup berdiri diatas  dan untuk semua golongan adalah prinsip yang slalu ditanamkan kepada santri.


E. POLA PEMBINAAN SANTRI

Selain melalui kegiatan belajar mengajar para santri dibina dan diasuh melalui berbagai kegiatan , kegiatan itu antara lain : organisasi/manajemen, ibadah suluk ini khusu bagi santri yng akan tamat. ada tiga pola pendidkan yang ditanamkan ;
1.     membina dan membimbing santri terhadap pendalaman kajian keislaman dengan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari ( berilmu dan beramal)
2.    meningkatkan ubudiyah santrri melalui sholat tahajud, puasa sunat dan pembinaan baca alqur’an
3.    mengembangkan keterampilan dan bakat para santri melalui penguasaan tekhnologi seperti kursus komputer dan tahfizh al qur’an

untuk terarahnya pembinaan tersebut dibentuk organisasi pelajar ( OPASWAJA) organisasi ini sama dengan osis disekolah umum yang dijadikan sebagai wadah pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kretifitas para santri. kegiatan organisasi ini hampir mencakup segala aspek kehidupan pondok.

F. DANA PENGELOLAAN DAN PROGRAM PENGEMBANGAN

Dana pengelolaan dan penyelenggaraan ponpes dar aswaja selain diperoleh dari sumbangan dan infaq santri berupa pembayaran iuran wajib/spp setiap bulannya, pihak pondok juga menerima sumbangan /bantuan baik dari pihak lembaga swasta maupun pemerintah, seperti bantuan honor daerah pemda Rokanhilir bagi guru honor, tunjangan fungsional dan bantuan beasiswa, serta kebun kelapa sawit milik yayasan seluas 20 H.

Adapun program pengembangan meliputi pembangunan pisik dan nonfisik serta pemberdayaan masyarakat sekitar serta memperluas jaringan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak, didalam maupun diluar negeri, mengadakan seminar dan pelatiahn, pengajian mingguan bagi masyarakat khususnya di kecamatna kubu kab. rokanhilir. melaksanakan pengembangan program bagi guru,orang tua dan murid secara serempak  berdasarkan rencana yang jelas dalam rangka meraih peluang untuk memenagkan persaingan global.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar