Social Icons

Featured Posts

Jumat, 04 Juli 2014

Puasa Merupakan Pintu Ibadah

الحمد لله الذى أنعم علينا بنعمة الإيمان و الإسلام, وكتب علينا الصيام الذى هو ركن من أركان الاسلام, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادَةَ أدخرها ليوم الزحام, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الداعى بقوله وفعله إلى دار السلام. اللهمّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدِ وعَلى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظُّلاَمِ. أمَّا بعْدُ, 
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
‘Barang siapa datang ke majlis ta’lim di bulan Ramadhan, maka Allah memerintahkan malaikat mencatat setiap langkahnya sebagai pahala ibadah satu tahun penuh. Dan Aku (Kanjeng Nabi Muhammad saw) akan bersamanya pada hari kaimat nanti di bawah Arasy-NYa.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam  juga bersabda :
“barang  siapa memberi buka puasa kepada orang lain hinnga kenyang, Allah akan mengampuni dosa-dosanya, dan kelak di akhirat nanti Allah akan memberinya  minuman penolak dahaga hingga masuk surga. Dan orang itu juga mendapatkan pahala sebagaimana pahala mereka yang diberinya makanan berbuka tanpa terkurangi sedikit saja".
Bukankah semua itu hanya ada di Ramadhan saja? andaikan mereka memahami hikmah yang terkandung di dalam Ramadhan, pastilah mereka akan mengharap semua bulan menjadi Ramadhan, begitu kata rasulullah saw


لَوْتَعْلَمُ اُمَّتىِ مَا فِى رَمَضَانَ لَتَمَنَّوْا اَنْ تَكُوْنَ السَّنَةُ كُلُّهَا رَمَضَانَ, لِأَنَّ الْحَسَنَةَ فِيْهِ مُجْتَمِعَةُ وَالطَّاعَةِ مَقْبُولَةُ وَالدَّعَوَاةِ مُسْتَجَابَةُ وَالذُّنُوْبَ مَغْفُوْرَةُ وَاْلْجنَّةُ مُشْتَاقَةُ لَهُمْ
Andaikata umatku tahu yakni mengerti apa yang terkandung dalam ramadhan, maka mereka akan mengharapkan satu tahun itu akan menjadi bulan Ramadhan. Karena di dalam Ramadhan semua kebaikan dikumpulkan, semua ketatan diterima (Allah) semua do’a dikabulkan, dos-dosa diampunkan. Dan sorga-sorga merindukan mereka.

Satu minggu bulan ramadhan telah berjalan, sudah tujuh hari puasa kita jalankan. Makan sahur di malam hari menahan lapar disiang hari hingga maghrib menjelang.
Apakah perubahan yang telah kita rasakan?
Adakah perubahan itu begitu jelas menjelma dalam amal-amal yang kita lakukan?
atau kita hanya merasa lapar dan kehausan saja, tanpa ada perubahan?
Marilah, mumpung puasa baru satu minggu. Mari kita intropeksi diri kita masing-masing apakah kita telah menemukan hikmah puasa ramadhan kali ini?
Tentunya jawabnya ada pada diri kita masing-masing. Jangan sampai kita termasuk dalam golongan…

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ اِلاَّ الْجُوْعُ وَ الْعَطَشُ 
“Betapa banyak orang-orang yang berpuasa tidak mendapatkan balasan kecuali lapar dan haus”.

Dalam haditsnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam meyebut puasa sebagai pintu ibadah. Nabi bersabda:

لكل شيء باب وباب العبادة الصوم أخرجه ابن المبارك في الزهد ، ومن طريقه أبو الشيخ في الثواب من حديث أبي الدرداء
Segala sesuatu ada dipintu masuknya, dan pintu ibadah adalah puasa. Hal ini menimbang penting dan kegunaan ibadah puasa ini, maka ia kerap diberlakukan sebagai ibadah terapis sebagai penangkal tumbuh liarnya nafsu syahwat libido, misalnya dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari dari Ibn Mas’ud, dapat kita telaah anjuran Rasulullah Muhammad kepada para pemuda yang belum memiliki persiapan matang untuk menikah, dianjurkan untuk berpuasa, yang dalam bahasa beliau disebut sebagai Wija’ (alat kendali).

Dalam telaah Sayyid Haidar Al-Amuly misalnya, penulis kitab Asrararus Syariah wa Athwarul Thariqah wa Anwarul Haqiqah, puasa disebut sebagai pintu ibadah dikarenakan ia berfungsi terhadap dua hal. Pertama, puasa dapat mencegah sesuatu yang dilarang agama dan kedua, puasa adalah bentuk penyerangan terhadap godaan setan. Detailnya adalah sebagai berikut.

Pertama, puasa berpotensi mencegah hal-hal yang dilarang, mencegah diri dari nafsu syahwat dan bahwa puasa itu adalah ibadah eksklusif, yakni ibadah rahasia yang hanya diketahui oleh Allah. Berbeda dengan shalat, zakat dan ibadah selain keduanya yang masih mungkin dilihat sesama, sehingga dikhawatirkan tersusupi perasaan bangga dan bertindak pamer. Padahal bukankah telah maklum, bahwa keduanya adalah penyebab utama tertolaknya suatu ibadah dan ketaatan.

Kedua, puasa adalah sebentuk penyerangan terhadap setan, sebagai musuh Allah dan kita semua. Disebut menyerang setan, karena ia tidak akan mampu menggoda manusia, kecuali dengan jalan pemenuhan nafsu syahwat. Nah, rasa lapar dan dahaga adalah upaya preventif untuk menaklukkan segala nafsu syahwat yang tidak lain adalah piranti setan untuk menggoda manusia.

Oleh karena itu Jika piranti ini ditiadakan, adalah menjadi niscaya pula hilangnya aktivitas godaan itu. Karena itu, Nabi Muhammad bersabda :
Sesungguhnya setan itu menyusuri putra Adam, sebagaimana aliran darah, maka sempitkan alirannya dengan lapar.”
Dengan hadits ini, kita dapat memahami makna hakikat hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :
 “Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Setan-setan dibelenggu. Maka berserulah seorang penyeru : “Hai siapa yang menginginkan kebaikan datanglah! Dan siapa yang ingin (melakukan) kejahatan, cegahlah dirimu!
(H.R. Turmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Dari kesimpulan dua hadits di atas, kiranya telah jelas bahwa yang dimaksud setan dibelenggu, lebih mengena diartikan bahwa peluang dan piranti setan untuk menggoda manusia di bulan puasa Ramadan benar-benar ditutup, dikendalikan dengan terapi lapar manusia yang berpuasa. Dengan ditutupnya peluang melakukan dosa bermakna neraka siksaan telah pula ditutup dan yang tinggal kemudian adalah bekerjanya nurani manusia untuk kembali pada jalan Allah yang membawanya menuju surga keridhaan Allah Ta’ala.

Kesimpulannya bahwa semuanya kemudian kembali pada pribadi kita masing-masing untuk mengetuk dan mau membuka pintu ibadah ini. Kita sambut dan jemput dengan gempita peluang berharga yang dihadiahkan Allah Ta’ala ini, yang dengan puasa ini, ibadah-ibadah atau penghambaan yang lain menjadi terbuka dan mudah untuk dimakna dan dijalankan.

Rabu, 02 Juli 2014

Sejarah Ponpes Dar Ahlussunnah Waljama'ah


 A. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN
DAR AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH ( DAR ASWAJA )

Ditengah – tengah Desa nan jauh dari keramaian, semak belukar yang rindang di desa sungai pinang salah satu desa tertua di kecamatan kubu berdirilah sebuah bangunan induk Pontren Dar Aswaja , didirikan oleh seorang putra Almarhum Syekh Kh. Mudo Madlawan, yaitu Alm Kh. Syaufi pada tahun 1989 selesai dan dibuka pada tahun 1997 dengan jumlah murid pertama 15 orang, Alm wafat pada 26 syawal 1428 tahun 2007. kepemimpinan dan jejak perjuangan alm diteruskan oleh dua orang putra alm yaitu  Abdul Mutholib, MA dan Usman Syaufi, S.Ag. M.Pd.I
Bangun induk didirikan hanya bermodalkan 10 sak semen, saat itu kondisi bangunanya sangat jauh dari rupa kemewahan tak ada satu kemegahan yang tampak dari luar, semuanya bersahaja.
Alm Kh. Syaufi dengan kegigihan nya yang khas dengan menyandang parang babat di bahunya , kepala berbelit serban selalu terlihat setiap pagi hilir mudik disekitar bangunan induk yang terletak diatas sebidang tanah wakaf seluas 20 Ha. Wakaf dari Alm tuan Kh. Mudo madlawan sejak tahun 1919 .
Keinginannya mendirikan pondok sudah menjadi cita-cita beliau sekalipun beliau bukan dari kalangan orang yang berada dengan tujuan umat islam khususnya generasi muda dapat menimba ilmu ditempat ini, alm bercita-cita pendidikan yang ada di pondok pesantren musthofawiyah dan pondok pesantren modern gontor Darussalam hendaknya ada dipondok pesantren Dar Aswaja ini, alm mengharapkan bagi orang yang tidak mampu keluar daerah untuk menimba ilmu dapat ditampung ditempat ini demi kejayaan islam dan mempertahan nilai -nilai agama untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
Dikalangan komunitas pesantren, Alm tidak hanya dikenal sebagai pendiri pondok pesantren Dar aswaja tapi ia juga dikenal sebagi mursyid thariqat naqsabandiyah  madrasah suluk al muttaqien warisan dari tuan syeh Abdul Wahab Rokan, alm telah banyak meletakkan batasan-batasan etis tradisi keilmuan dilembaga pendidikan pesantren, nama beliau sangat dikenel dikalangan ulama di pulau jawa. Rekomendasi beliau banyak di muat dibuku-buku karangan ulama pulau jawa terutama tentang aqidah ahlisunnah wal jama’ah
Dalam perjalanan awal pondok ini sehari demi sehari tak sedikit pula hambatan dan cobaan yang dihadapi,  namun berkat ketabahan dan kesabaran beliau sehingga hambatan tinggal hambatan layar telah berkembang, Santri – santri yang bercita – cita kuat pantang surut walau setapak, berjalan terus menepati janji – janji yang sudah tertera berupa kemenangan sesudah bersusah payah.
namun disisi lain Pendirian Pontren Dar Aswaja ini sangat tidak terlepas dari rasa kebersamaan , semangat dan kegigihan beliau , kerjasama yang baik antara pendiri dan masyarakat dan juga pemerintah, sehingga tahapan – tahapan pembangunan mulai dari pemasangan pondasi dan pencarian kayu untuk tiang dan lantai sampai akhirnya dapat ditempati untuk penerimaan murid pertama tahun 1997 dapat .
Alm kh.syaufi sangat memahami bahwa Susah , payah, rintangan, halangan adalah hiasan perjuangan , pertarungan antara yang di idamkan dengan yang tak menginginkan, mempertahankan keyakinan dengan yang tak meyakinkan.

B.        PONDOK PESANTREN DAR AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH 

Pondok adalah  perumahan tempat tinggal para pelajar yang datang menuntut ilmu, tempat perhubungan roh, tempat pembentukan jiwa kearah mengenal Illahi, di pondok ini Santri membentuk budi, tempat menetramkan gelisah hati, tempat para guru mewejang santri agar santri mengenal diri.
Dar berarti rumah/pondok dibangun oleh setiap orang tua dengan ukuran tidak lebih dari 3x4 meter persegi .
Ahlussunnah waljama’ah yang disingkat dengan Aswaja adalah salah satu golongan yang selamat golongan mayoritas ummat Muhammad dari segi Aqidah kita menganut aqidah Abu Manshur Al Maturidy dan Abu Hasan Al ‘Asy’ari dari segi mazhab, bermazhab syafi’i

C. KEGIATAN PENDIDIKAN DAN CIRI KHAS

Setelah bangunan induk yang dirikan Kh. Syaufi dengan bantuan para dermawan, gotong royong dengan modal 10 sak semen siap 70 %, maka pada tahun 1997 di buka lah pendaftaran dengan jumlah murid pertama 15 orang   
Ditempat yang suci ini para santri diajarkan dengan kesucian, diantar oleh orang tua dan diterima pula dengan hati yang murni. para santri disuruh hidup sederhana agar tak terkejut ditempat mana saja, diajari bersusah payah agar mudah mereka berusaha tak kekang oleh nafkah tak terbelit oleh harta tak luntur karena dunia.
Para santri diperbaiki dengan ilmu agama agar mereka insyaf akan tuhannya bahwa dunia ini tempat lalu belaka, diperbaiki mereka dengan berbagai ilmu pengetahuan agar terbuka dada mereka luas pandangan mereka.
Program pendidikan diselenggarakan dengan sisitem pondok dan madrsah dengan fokus pada pendalaman kitab kuning , bahasa arab dan ingris dengan lama pendidikan enam tahun, kala itu belum ada pemisahan antara tingkat tsanawiyah dan aliyah, para siswa yang mendaftra ditempatkan pada kelas persiapan bahasa selama enam bulan.target yang ingin dicapai pendidikan ponpes dar Aswaja agar para santri :

1.     memahami aqidah Ahlussunnah waljama’ah, berakhlak mulia, bersifat mandirijujur dan memiliki wawasan keagamaan yang  luas
2.    menguasai bahasa arab dan ingris sebagai modal untuk mendalami kajian keislaman
3.    mampu membaca dan memahami kitab kuning serta kaidah-kaidah nya yang merupakan sumber pengetahuan agama
4.    mampu berwirausaha.

Arah tujuan pendidikan di Pondok ini adalah ;
1.     tujuan pokok Ibadah tholabul ilmu
2.    kemasyarakatan
3.    hidup Sederhana
4.    tidak menggantungkan diri

sa’at ini pendidikan di ponpes Dar Aswaja terdiri dari tingkat madrasah Ibtidaiyah ( Kelas 1 s.d VI ), Madrasah tsanawiyah ( Kelas 1 s.d III ) Madrasah Aliyah ( Kelas 1 s.d III ) dan perguruan tinggi  Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ( STIT ) Dar Aswaja ,  kurikulum yang dipakai adalah gabungan antara program salafiyah dengan kurikulum Dept. Agama dan Nasional dengan pertimbangan yang sangat mendasar adalah dengan penerapan kurikulum gabungan ini yang didukung dengan keahlian tersendiri diharapkan para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi baik didalam maupun diluar negeri dengan tanpa mendapat hambatan

D. CIRI KHAS
Ciri  khas pendidikan pontren Dar Aswaja adalah kajian  kitab kuning, pendalaman penguasaan bahasa arab dan ingris, Para santri tinggal dipondok yang dibangun oleh masing –masing orang tua dengan ukuran 2x3 meter  dengan pola kemandirian Tidak menggantungkan diri keorang lain( masak sendiri, nyuci pakaian sendiri dll) dengan kata lain belajar mencukupi / menolong diri sendiri, Pondok adalah tempat berlatih agar menjadi orang yang suka menolong bukan yang hanya selalu minta tolong, Dengan didikan yang beginilah, diharapkan mereka dapat melihat masa depan yang lebih cerah. Segala apa yang sekira akan dialami oleh anak – anak kita dan masyarakat itulah yang dididik oleh pondok kepada mereka.

 ciri khas yang lain dapat dilihat dari kehidupan keseharian santri dengan memakai sarung berpeci putih dan berbahasa arab dalam pergaulan sehari-hari bila mereka terdapat menggunakan bahsa indonesia atau daerah mereka akan diberi hukuman yang bersifat mendidik. Pola hidup berdiri diatas  dan untuk semua golongan adalah prinsip yang slalu ditanamkan kepada santri.


E. POLA PEMBINAAN SANTRI

Selain melalui kegiatan belajar mengajar para santri dibina dan diasuh melalui berbagai kegiatan , kegiatan itu antara lain : organisasi/manajemen, ibadah suluk ini khusu bagi santri yng akan tamat. ada tiga pola pendidkan yang ditanamkan ;
1.     membina dan membimbing santri terhadap pendalaman kajian keislaman dengan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari ( berilmu dan beramal)
2.    meningkatkan ubudiyah santrri melalui sholat tahajud, puasa sunat dan pembinaan baca alqur’an
3.    mengembangkan keterampilan dan bakat para santri melalui penguasaan tekhnologi seperti kursus komputer dan tahfizh al qur’an

untuk terarahnya pembinaan tersebut dibentuk organisasi pelajar ( OPASWAJA) organisasi ini sama dengan osis disekolah umum yang dijadikan sebagai wadah pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kretifitas para santri. kegiatan organisasi ini hampir mencakup segala aspek kehidupan pondok.

F. DANA PENGELOLAAN DAN PROGRAM PENGEMBANGAN

Dana pengelolaan dan penyelenggaraan ponpes dar aswaja selain diperoleh dari sumbangan dan infaq santri berupa pembayaran iuran wajib/spp setiap bulannya, pihak pondok juga menerima sumbangan /bantuan baik dari pihak lembaga swasta maupun pemerintah, seperti bantuan honor daerah pemda Rokanhilir bagi guru honor, tunjangan fungsional dan bantuan beasiswa, serta kebun kelapa sawit milik yayasan seluas 20 H.

Adapun program pengembangan meliputi pembangunan pisik dan nonfisik serta pemberdayaan masyarakat sekitar serta memperluas jaringan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak, didalam maupun diluar negeri, mengadakan seminar dan pelatiahn, pengajian mingguan bagi masyarakat khususnya di kecamatna kubu kab. rokanhilir. melaksanakan pengembangan program bagi guru,orang tua dan murid secara serempak  berdasarkan rencana yang jelas dalam rangka meraih peluang untuk memenagkan persaingan global.